Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

jasa desain kaos -baju batik -KERUDUNG- setting film sablon ------- kontak WA 081394478284

jasa desain kaos -baju batik -KERUDUNG- setting film sablon -------  kontak WA 081394478284

Rumah Adat tradisional Tongkonan Tana Toraja Sulawesi Selatan

Rumah-Adat-tradisional-Tongkonan-Tana-Toraja-Sulawesi-Selatan
Rumah Adat tradisional Tongkonan Tana Toraja Sulawesi Selatan  Rumah-Adat-tradisional-Tongkonan-Tana-Toraja-Sulawesi-Selatan

Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap seng).

Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur.berasal dari kata tongkon (artinya duduk bersama-sama). Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (stara sosial Masyarakat Toraja).

Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (banga) saat ini sebagian sudah dicor. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari (disebut pa'bare' allo), yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Khususnya di Sillanan-Pemanukan (Tallu Lembangna) yang dikenal dengan istilah Ma'duangtondok terdapat tongkonan yaitu Tongkonan Karua (delapan rumah tongkonan) dan Tongkonan A'pa' (empat rumah tongkonan) yang memegang peranan dalam masyarakat sekitar.

Atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur.berasal dari kata tongkon (artinya duduk bersama-sama).

Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (stara sosial Masyarakat Toraja). Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘.

Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (banga) saat ini sebagian sudah dicor. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari (disebut pa'bare' allo), yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat .

Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem  saat ini sebagian sudah dicor.

Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari , yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.

Rumah adat yang satu ini memiliki bentuk yang unik, tata letak yang apik, serta ukiran di sekujur bagian rumah yang menarik.  Tongkonan ini dikategorikan sebagai rumah panggung yang terbuat dari kayu. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Maka itu, jangan heran jika tanpa pernis dan plitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun.

Sama seperti rumah adat lainnya, Tongkonan juga dibagi ke dalam beberapa bagian, antara lain:

Sulluk banua atau bagian kolong rumah.

Kale Banua atau bagian badan rumah mencakup seluruh ruangan yang ada di dalamnya.

Ratiang Banua, yakni bagian atap rumah.

Jenis Tongkonan juga dibagi menjadi yaitu Tongkonan Karua (delapan rumah tongkonan) dan Tongkonan A'pa' (empat rumah tongkonan) yang memegang peranan dalam masyarakat sekitar.

Tongkonan karua terdiri dari:

Tongkonan Pangrapa'(Kabarasan)

Tongkonan Sangtanete Jioan

Tongkonan Nosu (To intoi masakka'na)

Tongkonan Sissarean

Tongkonan Karampa' Panglawa padang

Tongkonan Tomentaun

Tongkonan To'lo'le Jaoan

Tongkonan To Barana' Versi lain Tongkonan Lombok Indo' Piso

Tongkonan A'pa' terdiri dari:

Tongkonan Peanna Sangka'

Tongkonan To'induk

Tongkonan Karorrong

Tongkonan Tondok Bangla' (Pemanukan)

Struktur Rumah Adat  tradisional Toraja Tongkonan

Rumah tongkonan memiliki 3 lapisan berbentuk segi empat yang bermakna empat peristiwa hidup pada manusia yaitu, kelahiran, kehidupan, pemujaan dan kematian. Segi empat ini juga merupakan simbol dari empat penjuru mata angin. Setiap rumah tongkonan harus menghadap ke utara untuk melambangkan awal kehidupan, sedangkan pada bagian belakang yaitu selatan melambangkan akhir dari kehidupan.

Struktur bangunan mengikuti struktur makro-kosmos yang memiliki tiga lapisan banua(rumah) yakni bagian atas (rattiangbanua), bagian tengah (kale banua) dan bawah (sulluk banua).

1.Bagian atas (rattiangbanua) digunakan sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka yang mempunyai nilai sakral dan benda-benda yang dianggap berharga. Pada bagian atap rumah terbuat dari susunan bambu-bambu pilihan  yang telah dibentuk sedemikian rupa kemudian disusun dan diikat oleh rotan dan ijuk. Atap bambu ini dapat bertahan hingga ratusan tahun.



2.Bagian tengah (kale banua) rumah tongkonan memiliki 3 bagian dengan fungsi yang berbeda. Pertama, Tengalok di bagian utara difungsikan sebagai ruang untuk anak-anak tidur dan ruang tamu. Namun terkadang, ruangan ini digunakan untuk menaruh sesaji. Kedua, Sali dibagian tengah. Ruangan ini biasa difungsikan sebagai tempat pertemuan keluarga, ruang makan, dapur dan tempat disemayamkannya orang mati. Dan ruangan terakhir adalah ruang sambung yang banyak digunakan oleh kepala keluarga .

3. Bagian bawah (sulluk banua) digunakan sebagai tempat hewan peliharaan dan tempat menaruh alat-alat pertanian. Fondasinya terbuat dari batu pilihan yang dipahat berbentuk persegi.

Ciri Khas Rumah Adat Tongkonan

Ukiran Dinding

Ukiran berwarna pada dinding rumah tongkonan terbuat dari tanah liat. Ukiran-ukiran tersebut selalu menggunakan 4 warna dasar yaitu hitam, merah, kuning dan putih. Bagi masyarakat toraja, 4 warna itu memiliki arti dan makna tersendiri. Warna kuning melambangkan anugrah dan kekuasaan Tuhan (Puang Matua), warna hitam melambangkan kematian/duka, warna putih melambangkan tulang yang berarti kesucian dan warna merah melambangkan kehidupan manusia.

Tanduk Kerbau

Rumah adat Tongkonan umumnya dilengkapi dengan hiasan tanduk kerbau. Hiasan ini tersusun menjulang pada tiang bagian depan. Hiasan tanduk kerbau tersebut secara filosofi adalah perlambang kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak tanduk yang tersusun pada rumah ada tongkonan, maka semakin tinggi strata sosial kelompok adat yang memilikinya.

Tongkonan hampir serupa dengan rumah adat Sumatera Utara. Ia juga memiliki atap yang tinggi menjulang ke langit. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja dan Suku Batak.

Adapun sisi barat juga timur dari Tongkonan dilengkapi dengan jendela kecil. Ia merupakan celah tempat cahaya matahari bertamu. Jika Anda jeli memperhatika, ukiran kayu pada rumah Tongkonan Suku Toraja juga hampir serupa dengan rumah adat suku Batak. Elemen warna juga kurang lebih sama. Karena corak budaya yang mirip inilah sehingga banyak tafsir sejarah yang berpendapat bahwa Suku Toraja dan Suku Batak berkerabat dekat.

Hal lain yang juga sama adalah tata letak rumah adat, baik Toraja maupun Batak memiliki rambu-rambu tersendiri dalam menentukan letak rumah adat mereka. Untuk Tongkonan, hal yang mengikat dan tak boleh dilanggar adalah rumah dibangun haruslah menghadap ke utara. Adapun letak pintu ada pada bagian depan rumah.

Fungsi Tongkonan

Rumah Tongkonan bukan hanya sekedar berfungsi sebagai rumah adat. Dalam budaya mereka, masyarakat toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) adalah bapaknya. Deretan tongkonan dan alang pun saling berhadapan karena dianggap sebagai pasangan suami istri. Alang menghadap ke selatan, sedangkan tongkonan menghadap ke utara.

Bagi Suku Toraja, arah mata angin memang sakral. Mereka percaya bahwa bagian utara merupaka kepala atau yang dikenal dengan istilah Ulunna Langi, yakni kepala langit dimana Puang Matua atau tuhan berada. Adapun bagian Timur yang disebut MataAllo merupakan titik energi dimana matahari muncul. Timur ini dikenal juga sebagai sumber kebahagiaan pun kehidupan. Sementara itu bagian Barat atau yang dikenal dengan nama Matampu adalah tempat matahari terbenam. Bagi Suku Toraja, arah ini merupakan lawan dari kehidupan. Ia dianggap titik kematian juga kesusahan. Terakhir adalah arah selatan yang dikenal juga dengan nama Pollo’na Langi atau pantat langit. Ia merupaka lawan arah dari tempat Puang Matoa berdiam. Oleh sebab itu selatan bagi Suku Toraja merupakan sumber hal-hal yang tak baik atau juga angkara murka.

Sumber : https://www.senibudayawisata.com/2018/03/Keunikan-Sejarah-Rumah-Adat-tradisional-Tongkonan-Tana-Toraja-Sulawesi-Selatan.html

Demikian Sejarah Rumah Adat tradisional Tongkonan Tana Toraja Sulawesi Selatan


Related : Rumah Adat tradisional Tongkonan Tana Toraja Sulawesi Selatan

0 Komentar untuk "Rumah Adat tradisional Tongkonan Tana Toraja Sulawesi Selatan"

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog tipstriksib

WARNING!!
Komentar SPAM akan dihapus segera setelah saya review
Bila anda senang dengan artikel ini silahkan berkomentar dengan baik dan bijak.